Yap, Dari manakah asli tanaman rosella ini? Banyak disebutkan bahwa tanaman ini berasal dari asia lalu menyebar ke Afrika. Seorang botanist berkebangsaan eropa pernah mempublikasikan observasi mengenai tanaman rosella pada tahun 1576 dan menceritakan bahwa tahun 1687, di jawa, ditemukan fakta daun rosella dapat dikonsumsi. Jadi, sebetulnya rosella sudah berada di Indonesia dan dikenal sejak jaman dahulu kala, tetapi pemanfaatannya belum banyak diketahui. Pada abad 17 rosella mulai ditanam di Brazil. Rosella mulai menyebar ke Jamaica pada tahun 1707, dan mulailah si merah maron ini menyebar ke seluruh dunia. Bahkan menurut laporan, pada tahun 1892, berdiri dua pabrik selai rosella di Australia untuk memenuhi kebuuhan pasar Eropa.
Rosella memiliki fungsi sebagai antioksidan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa Rosella mampu menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah tinggi, membantu melancarkan peredaran darah dengan mengurangi derajat kekentalan darah. Selain itu, rosella memiliki efek anti infeksi bakteri, penelitian menyebutkan bahwa kelopak rosella mampu mematikan bakteri penyebab TBC. Saya mendengarkan langsung beberapa testimoni bahwa setelah mengkonsumsi rosella secara rutin, kadar asam urat menjadi turun, buang air kecil menjadi lancar, badan menjadi lebih fit. Bunga ini juga dapat membantu meringankan batuk dan sakit tenggorokan. Karena rasanya asam, di sumatera selatan, rosella terkadang dipakai untuk pengganti tamarind ( asam Jawa ) pada masakan pindang. Rosella disebut sebagai Asam Kesur, asam rejang, deduhok jawe, asam jarot dan bunga sugus
Potensi lainnya pada bunga ini adalah kelopaknya yang memiliki zat warna merah antosianin, dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami untuk bahan pangan . Batangnya yang juga berwarna merah tua, besar kemungkinan dapat diolah dijadikan serat. Dahulu di Indonesia batang rosella dipergunakan untuk membuat serat. Bijinya, di afrika selatan dikonsumsi karena dipercaya mengandung minyak tertentu. Biji rosella berpotensi untuk diolah lebih lanjut menjadi kopi.
Saat ini, pengembangan produk rosella sudah banyak ditemui seperti sirup, selai, manisan, teh, bahkan permen.
Warna merah tua pada rosella, menandakan bahwa rosella mengandung antocianin dan flavonoid ( Antosianin termasuk keluarga flavonoid ). Antocianin berfungsi sebagai antioksidan di dalam tubuh dan mencegah terjadinya penyakit penyumbatan pembuluh darah. Warna merah alami ini dapat dimanfaatkan sebagai pewarna bahan pangan. Di jepang, antocianin tidak saja digunakan sebagai pewarna makanan, tetapi diaplikasikan untuk pewarna kertas. Kelopak rosella juga kaya akan vitamin A, B1, B2, Niasin, dan Vitamin D. selain itu, rosella mengandung mineral seperti kalsium, potassium, fosfor dan zat besi yang sangat dibutuhkan untuk tubuh. Asam amino yang dikandung adalah 18 jenis dari total 22 asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh.
Tanaman Rosella merupakan tanaman semusim, tingginya bisa mencapai 3-5 meter, dan kelopaknya siap dipanen pada bulan ke empat. Setelah itu, panen dapat dilakukan setiap seminggu sekali.Sebaiknya setiap 10 hari
Tanaman Rosella optimal tumbuhnya di ketinggian 0 – 900 meter di atas permukaan laut dan membutuhkan air yang banyak pada saat awal pertumbuhan.
Bagaimana cara panennya? Petiklah rosella dengan gunting, Pilih kelopak yang telah merekah dan mahkotanya telah rontok lalu pisahkan biji dari kelopaknya. Setelah itu kelopak siap di keringkan. Pengeringan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dikeringkan alami dengan sinar matahari atau dengan oven. Setelah cukup kering, simpan rosella dalam wadah tertutup dan kedap air.
Rasa rosella khas asam, karena mengandung berbagai macam asam misalnya asam sitrat dan asam askorbat. Rasanya sedikit getir. Untuk minuman teh, bisa tambahkan madu atau gula. Karena larutan teh berwarna merah, banyak yang menyebut teh rosella menjadi Red Tea. Daun rosella dapat dimanfaatkan juga. Daun yang masih muda dapat dibuat salad atau ditumis dengan bawang, dan dicampur dengan daging. Kebiasaan di India lain lagi, daun dicampur dengan kari atau dikombinasikan dengan ayam ataupun daging.
Jadi, sudah siapkah anda menanam dan menikmati bunganya?
Mari kita menanam Rosella di halaman rumah, selain bunganya cantik, bermanfaat untuk kesehatan kita!
Kalau sesekali anda ingin menyatakan cinta, merahnya Rosella rasanya bisa jadi alternatif. Jadi, setelah sang kekasih menerima keindahan bunganya, minta dia untuk mengolahnya….maka, dia akan hidup dengan cinta lewat bunga yang kita kirim.
