Seperti yang saya janjikan kemarin, hari ini saya akan melanjutkan tulisan tentang kegiatan saya dan tim ACMI di Ubud Writer Festival 2013.Kalau kemarin saya menulis tentang icip-icip, kali ini saya dan tim ACMI mengadakan Culinary Sharing di The Kitchen, yang berada di dalam area Taman Baca Jl. Raya Sanggingan Ubud, Bali.

Tanggal 12 oktober tim ACMI yang diwakili oleh pak Darta memulai culinary sharing jam 10.00 pak Darta menceritakan bahan bahan alam yang biasa digunakan sebagai bahan lawar, juga bumbu atau basa genep khas Bali. Lawar yang diramu pak Darta sungguh pas enaknya di mulut,semua bumbu menyatu dengan sempurna. ada lawar daun belimbing, lawar nangka, lawar daun Bulun Bon. Ada juga sate lilit, dan Garang Asem Ayam. Pak Darta sangat berpengalaman dalam memasak masakan rumahan khas Ubud Bali.

Foto pak Darta mempersiapkan Lawar (Copy)

Pak Darta Mempersiapkan Lawar

Culinary sharing pak darta (Copy)

Culinary sharing Pak Darta

Foto bersama pak Darta (Copy)

Foto bersama Pak Darta

Pukul 12.00,Chef Putri Mumpuni mulai bercerita dan masak masakan khas Jogjakarta. Yang disajikan adalah nasi liwet komplit dan Lodeh labu siam.

Chef Putri (Copy)

Chef Putri Mempersiapkan Nasi Liwet

Culinary sharing dimulai lagi Pukul 13.30 kali ini tim Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kutai Barat dengan persiapan yang sangat lengkap dan kompak! Mereka sudah menyiapkan beberapa macam kuliner khas suku Dayak untuk dicip oleh peserta. Unik lho kulinernya!

  1. Krim sup Jagaq
  2. Kue kering jagaq
  3. Sambal terong asam
  4. Serbat bromot
  5. Bubur jagaq
  6. Kue lapis melayu
Persiapan bahan2 untuk culinary sharing kutai barat (Copy)

Persiapan bahan-bahan untuk Culinary Sharing Kutai Barat

Janet de neefe icip kuliner kutai barat (Copy)

Janet de Neefe icip kuliner Kutai Barat

Menjelaskan mengenai bahan pangan Jagaq kepada Chef wan (Copy)

Menjelaskan mengenai bahan pangan Jagaq kepada Chef Wan

Bahan asal alam Kutai Barat, Jagaq (Copy)

Bahan asal alam Kutai Barat, Jagaq

Rasanya cukup lelah menyiapkan 3 acara culinary sharing dalam sehari. Tapi puas karena pengunjung sangat antusias menanyakan banyak hal. Suasana saat culinary sharing sangat dekat antara peserta dengan tim ACMI, dan kebanyakan mereka adalah  orang asing yang sangat antusias ingin tahu lebih banyak mengenai kuliner indonesia.

Icip icip di culinary sharing (Copy)

Icip icip di Culinary Sharing

Chef wan di acara culinary sharing (Copy)

Chef Wan di acara Culinary Sharing

Culinary sharing (Copy)

Suasana Culinary sharing

Malamnya kami melepas lelah di warung Pulau Kelapa yang memiliki kebun sayuran di belakangnya.pemandangannya? WOW, mampu menghilangkan lelah. Hamparan padi hijau yang luas dan diselingi kebun sayuran. Di kebun ini juga saya dan rahung memanen serai, kenikir, dan daun kunyit untuk kebutuhan culinary sharing.

Esok hari tanggal 13 oktober,jam 10.30 saatnya Rahung memamerkan kekayaan kulinerKhas Batak , Sumatera Utara. Rahung memasak Arsik ikan mas, Singkong tumbuk dengan rempah Kecombrang, dan Gulai Bebek bumbu Andaliman.

Jam 13.30 om William Wongso mengupas detail tentang Tempe, makanan asli Indonesia. Hmm, sedap dan lagi lagi saya surprised betapa banyak peserta asing yang bertanya mengenai pembuatan dan aneka Tempe. David dari Australia juga membawa Tempe yang terbuat dari sejenis Legume bernama Lupin. Di akhir sesi ini, peserta kami suguhi Daun Pohpohan isi sambal tempe yang digoreng mirip Tempura. Tempe lupin yang digoreng pun turut dicoba, dibandingkan rasa dan warnanya dengan tempe kedelai.

Saya dan David menjelaskan tentang Lupin Tempe (Copy)

Saya dan David menjelaskan tentang Lupin Tempe

Peserta icip icip aneka tempe (Copy)

Peserta Icip icip Aneka Tempe

Barulah di hari berikutnya (14 Oktober 2013), giliran saya jam 10.30 Tentu saja rasanya akan kurang apabila saya tidak mengangkat masakan dengan berbagai macam herbal yang memang merupakan unggulan Indonesia. Saya pun memutuskan untuk mempresentasikannya dalam tema “Cooking with Indonesian Herbs and Aromatic”.

Saya menyajikan sup kenikir, urap pegagan, kunyit asam, dan bir pletok. Saya memilih bahan kenikir karena tanaman hijau ini sangat kaya akan mineral dan sangat baik untuk kesehatan tulang. Sedangkan, pegagan saya pilih karena tanaman ini tumbuh liar di Indonesia dan masih belum banyak dimanfaatkan. Biasanya, Pegagan hanya diselipkan dalam asinan. Pegagan atau Gotu Kola disebut juga sebagai Brain Food, nutrisi yang terkandung sangat baik untuk memperlancar peredaran darah.

Minuman dingin yang saya buat adalah Kunyit Asam, rasanya segar karena dibuat dari rimpang kunyit, asam jawa , dan gula aren.Untuk minuman penghangat tubuh, saya membuat Bir Pletok, bir betawi tanpa kandungan alkohol.

Kemudian di sore harinya ada talkshow khusus bersama om william wongso, Chef wan, dan Farah Quin di Museum Neka, Nambah wawasan sekali!

Talkshow om will, chef Wan dan FArah quin (Copy)

Talkshow om Will, Chef Wan dan Farah Quin

Itulah acara masak, icip dalam Culinary Sharing ACMI di Ubud Writers And Readers Festival 2013. Oh ya, masih ada cerita seru lain yang akan saya ceritakan di tulisan berikutnya. Sampai jumpa!

Share