Menghabiskan waktu senja sambil menikmati jajanan pasar ‘Bendu’ plus ditemani kopi pahit di warung makan Wirapada Negara, Bali pastinya sangat menyenangkan. Awalnya, Jaje Bendu biasa disiapkan untuk sajian upacara-upacara, tapi sekarang kue ini sudah bisa dinikmati kapanpun karena banyak pembuat kue yang menjualnya.Kudapan: Jaje Bendu

 

Jaje bendu berbentuk putih gepeng terbuat dari ketan, jika digigit, langsung terasa manis  ‘unti’ nya yaitu campuran gula merah manis yang dengan kelapa parut. Rasanya mirip dengan isi dadar gulung khas Jawa. Tentu teman-teman sudah familiar. Bedanya bagian luar penganan ini terbuat dari beras ketan dengan adonan tipis.

Untuk membuat lapisan luar, campurkan tepung beras ketan dan air sampai lembut lalu sangrai sambil membuat lapisan tipis. Setelah lapisan luar siap, masukkan unti ke bagian tengah, lalu gulung atau lipat dan bungkus dengan daun pisang.

Rasa jaje bendu yang manis ini cocok sekali dinikmati dengan kopi atau teh pahit. Itulah salah satu cara saya untuk menikmati keindahan senja di Bali. Secangkir kopi pahit, plus Jaje Bendu. Bagaimana dengan teman-teman?

 

 

Share