Posted by on Oct 24, 2018 in Blog | 0 comments

43952014_10156067919203867_1491145463292755968_n

Dalam rangka Hari Pangan Dunia yang jatuh pada 16 Oktober 2018, FAO Indonesia mengadakan Zero Hunger Festival yang diadakan di Taman Menteng pada 7 Oktober 2018. Saya bersama Zivanna Letisha mengisi talkshow mengenai Cara Hidup Sehat.

Turut bergabung dalam panel diskusi ada Direktorat Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Bapak Syamsul Maarif dan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta Sri Hartati. Tidak hanya berbincang-bincang, ada juga masak-masak bersama Masak Akhir Pekan, dan Bapak Gubernur DKI Anies Baswedan.

43878861_10156067916273867_7197500525279969280_n

44091321_10156067927188867_4115172706494709760_n

Sekilas soal Zero Hunger Festival, festival ini merupakan kampanye yang adalah bagian dari program untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan permasalahan pangan dan gizi. Ini merupakan salah satu tantangan untuk mencapai Indonesia tanpa kelaparan 2030, seperti yang diamanatkan oleh Sustainable Development Goals.

Sekitar 20 juta orang di Indonesia masih mengalami rawan pangan dan satu dari tiga anak di Indonesia mengalami kekurangan gizi kronis alias stunting. Kampanye untuk peningkatan kesadaran ini menyuarakan tema global dari Hari Pangan Sedunia ‘Our Actions are Our Future, Zero Hunger 2030 is possible’.

Saya berbagi mengenai berbagai macam sumber karbohidrat yang tersedia di alam Indonesia, dan bagaimana membuat kombinasi ragam makanan nusantara dalam satu piring.

Kandungan gizi dalam satu piring makanan kita itu harusnya seimbang. Coba diperhatikan makan siang atau makan malam teman-teman hari ini. Pastikan setengah dari piring terdiri dari sayuran dan buah, seperempatnya diisi dengan protein seperti ikan, ayam, daging dan lainnya; kemudian seperempat lagi terdiri dari beras atau biji-bijian, gandum atau pasta.

Coba lihat contohnya di bawah ini, dan jangan lupa praktikkan di rumah:

Kombinasi 1:

– Ikan bakar dabu dabu
– Kohu kohu / urap
– Pepes jamur
– Labu siam
– Tomat
– Singkong rebus

Kombinasi 2:

– Asinan Jakarta
– Ayam bumbu rujak
– Tahu / tempe bacem
– Tomat
– Timun
– Nasi merah

Kombinasi 3:

– Garang asem ayam
– Sum timlo
– Selada
– Tomat
– Pepaya
– Nasi merah

Kombinasi 4:

– Soto banjar
– Tahu / tempe bakar
– Tomat
– Pepaya
– Pisang kapok
– Jagung pipil

Sebenarnya sumber protein dari masakan Nusantara itu banyak jenisnya dan tentunya sedap-sedap. Daging ayam, sebagai sumber protein, dapat diolah menjadi berbagai masakan Nusantara contohnya Ayam Betutu, Ayam Taliwang, Ayam Bumbu Rujak, Garang Asam, Soto Ayam, dan banyak lainnya.

Makin enak bila ayamnya segar. Ayam dalam bentuk segar dan frozen sangat mudah didapat. Sebagai konsumen cerdas, saya menyarankan membeli ayam ASUH. Apa itu ASUH ? Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

AMAN : Bebas dari virus, bibit penyakit, dan zat kimia.
SEHAT: bergizi tinggi
UTUH: tidak dicampur bahan lain, rasa kesegaran terjaga
HALAL : dipotong dan ditangani sesuai Syariat Islam

44102969_10156067927013867_8872124023635443712_n

Seru ya? Itu dia sekilas seputar acara Zero Hunger Festival. Jadi, pastikan teman-teman memperhatikan gizi seimbang di sepiring makanan harianmu. Sampai bertemu di acara lainnya! Follow Instagram @santhiserad_food untuk tahu event selanjutnya

Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: