Posted by on Feb 3, 2017 in Blog | 0 comments

Teman-teman tentu pernah mendengar Pangkalan Bun? Beberapa tahun lalu memang gaungnya belum terdengar, namun sekitar tahun 2015 Pangkalan Bun melebarkan potensi daerahnya dengan pembangunan yang cukup pesat. Jalan yang dulunya sempit diperlebar, dan bangunan pemerintah yang dulu usang kemudian ditata lagi.

Beberapa waktu lalu saya jalan-jalan ke Pangkalan Bun bersama dengan Om William Wongso dan Meliana Christanty. Kami keliling Pangkalan Bun untuk icip icip dan menjelajah pasar tradisional.

Satu yang bisa jadi catatan adalah jangan pernah takut kelaparan jika berlibur ke Pangkalan Bun. Banyak ingredients unik termasuk ikan air tawar yang diolah menjadi hidangan lezat. Tidak percaya? Berikut adalah catatan kuliner saya selama beberapa hari di Pangkalan Bun

1. Warung Aloha

Warung Aloha (9)

Sesampainya di Pangkalan Bun, kami menuju daerah Kumai, dan langsung menuju Warung Aloha. Tampaknya, warung ini sudah dikenal banyak orang dan menjadi warung yang dituju di daerah Kumai.

Aroma ikan bakarnya, membuat kaki saya melangkah ke dapurnya. Benar saja ikan-ikan tangkapan segar sedang dibumbui dan dibakar.

Warung Aloha (3)

Adapun menu yang saya pilih adalah udang bakar sambal terasi dan ikan baung bakar. Ikan baung ini hampir mirip dengan ikan lele karena bentuk kepalanya yang agak memipih.

warung aloha kolase

Untuk pilihan sayur, saya mencoba sayur umbut kelapa dengan ketolah dan labu kuning. Sayur ini bumbunya mirip dengan sayur bening, tetapi tanpa diberi rimpang kunci. Umbut kelapa adalah ingredient khasnya Kalimantan, saya suka sekali. Sedangkan ketolah, mirip dengan gambas atau oyong, bisa juga disantap untuk lalapan.

2. Warning (Warung Kuning)

warning (5)

Warung makan lainnya yang saya kunjungi adalah Warung Kuning atau yang biasa disingkat Warning. Di tempat makan ini saya memakan Ikan Lais Goreng, Jelawat Goreng, Kepala Ikan Jelawat, dan Terubuk. Namanya juga Pangkalan Bun, rasanya ada yang kurang kalau belum mencicipi ikan Jelawat.

Makan Ikan goreng kurang lengkap tanpa sambal. Saya pun memesan Sambal Lucung yang ternyata adalah sambal yang terbuat dari kecombrang. Saya juga memesan Sambal Kembang Kunyit. Rasanya unik sekali, kembang kunyit dimanfaatkan menjadi sambal, karena biasanya hanya daunnya saja yang dijadikan salah satu bumbu memasak rendang.

IMG_6970

IMG_6981

Kemudian untuk sayurnya, saya mencoba sayur asam nanas, rasanya segar asam karena bahan utamanya nanas. Sambal ini juga memakai terubuk atau bunga tebu. Tekstur terubuk ini, lunak tetapi tidak lembek. Terubuk bisa juga dimakan mentah sebagai lalapan.

warning (4)

Warung Kuning
Jl.A.yani Kampung Baru
Pangkalan Bun

3. Makan malam khas di rumah suku dayak Kahayan

dayak 1 (1)

Dalam perjalanan ke Pangkalan Bun kemarin saya juga berkesempatan untuk makan malam di rumah salah satu suku dayak Kahayan. Tentunya makanan yang disajikan pun memang khas suku dayak. Terima kasih Ibu Elizabeth yang sudah mempersiapkan segalanya, dan boleh masuk ke dapurnya.

dayak 1 (2)

Di makan malam itu saya makan Tepe Dawen Jawau yang dimasak dengan terung pipit, rica-rica dayak yang rasanya tidak sepedas rica rica Manado, serta juhu dawen keondong (juhu = sayur , Dawen = daun) dan iga. Untuk sambalnya, ada sambal kandas sarai yang dibuat dari bawang merah, bawang putih, terasi, petai, cabai, dan suwiran ikan.

dayak kolase

dayak 1 (7)

4. Kedai Marunting

Kedai marunting (2)

Kalau teman-teman mampir ke Pangkalan Bun, coba juga untuk makan siang di Kedai Marunting di Jl. Malijo no 19. Menu yang dijual juga tak kalah menggugah selera.

Kedai marunting (7) Kedai marunting (10)

Di Kedai Marunting saya mencoba banyak lauk loh! Saya mencoba jengkol masak santan, sulur keladi dan udang papay, pare isi ikan tenggiri dan kelapa, serta Ikan senangin masak merah. Sambal yang menemani saya hari itu adalah sambal goreng nanas dan takokak.

kedai marunting kolase

Kedai marunting (12)

Oh iya, saya juga mencoba kulit cempedak dan ubi-ubu yang merupakan campuran ikan belida dan kelapa. Rasanya jadi menambah selera makan!

Di Kedai atau katering Marunting ini, saya terkesan dengan masakan sulur keladinya. Sungguh unik, memanfaatkan sulur atau betang keladi yang masih muda.

Kedai marunting (11)

Oseng kulit cempedak ini juga sesuatu yang baru untuk saya, kulit cempedak yang dimanfaatkan, yang bagian dalam lho, jadi aroma khas cempedaknya masih ada

5. Depot Mini

Depot mini (2)

Ada lagi satu tempat makan di Pangkalan Bun yang patut teman-teman coba. Adalah Depot Mini di Jl. Pangeran Antasari no. 20 yang punya banyak sajian masakan rumahan yang sedap menggugah selera.

Di sana saya icip Sipai yang merupakan jeroan dimasak dengan kelapa sangrai dan bumbu komplit. Jeroan ini bisa diganti dengan daging. Ada pula abon ikan pari, undang baronang (tampilan nya mirip dengan udang, tetapi ternyata daging ikan yang sudah diolah dan dibentuk seperti udang), sambal kembang kunyit, serta sambal tempoyak. Ah nikmatnya.

depot miniii

Depot mini (9)

Saya juga mencoba sayur rambanan yang dibuat dari terong pahit, daun lampinak, ikan sungai, rebung, timun muda, dan labu kuning. Ada pula daun Tagaron (biasa disebut juga tegaron atau tanggarun) yang diolah seperti sawi asin. Rasanya semua lauk sedap untuk teman makan nasi.

Depot mini (1)

Depot Mini
Pangeran Antasari no: 20
Pangkalan Bun

6. Ngopi di IKC Cafe

IMG_7842

Di Pangkalan Bun ada satu tempat ngopi yang sering dikunjungi anak muda juga. Nama tempatnya adalah IKC Cafe. Tempat ini menyajikan aneka kopi dan minuman seperti float dan squash. Harganya sangat murah loh! Semuanya berkisar di harga Rp.20 ribu-an dan yang paling keren adalah mereka pakai kopi lokal! Bangga dengan kopi Indonesia.

IMG_7847

IMG_7846

IKC Cafe
Jl. Iskandar No.91, Madurejo
Pangkalan Bun

7. Sarapan Soto Manggala

Soto manggala (2)

Selama beberapa hari di Pangkalan Bun, saya juga sempat sarapan di Soto khas Kabupaten Kotawaringin Barat. Soto ini berbahan dasar singkong karena kata ‘manggala’ sendiri berarti singkong.

Soto manggala

Daging untuk pilihan sotonya ada pilihan daging ayam atau ceker, yang sudah direbus dan diberi bumbu. Konon, soto manggala ini merupakan soto khas kota Pangkalan Bun, tetapi sayangya hanya ada beberapa penjual yang saya temui di sana.

8. Kerupuk basah dan Tempe bakar

tempe bakar

Rasanya belum lengkap ke Pangkalan Bun tanpa merasakan sensasi kerupuk basah dan tempe bakar. Kerupuk basah sebenarnya adalah adonan kerupuk yang belum dipotong dan dijemur. Biasanya adonannya dibuat dari tepung terigu, ikan gabus cincang, bawang putih. Kerupuk basah ini dinikmati dengan sambal. Teksturnya kenyal.

Ada juga menu tempe bakar dengan rasa manis pedas. Satu potong tempe dipotong memanjang dan ditusuk dengan tusuk sate. Sedap bikin pengen tambah. Penasaran? Lokasinya ada di tempat anak muda kumpul, di bundaran pancasila.

Nah, itu dia catatan kuliner saya salama di Pangkalan Bun. Tunggu catatan kuliner saya lainnya ya!

Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: