Posted by on Feb 8, 2017 in Blog | 0 comments

IMG_8014

Ngobrol yang pedas-pedas memang seru, apalagi ditambah makan yang pedas. Klop!! Sabtu 4 Februari 2017 saya bersama Hendra Yuniarto (General Manager Marketing KFC) dan Tri Indarto  (R&D KFC) menjadi narasumber di acara KFC Hotz Chicken Foodies Gathering.

IMG_7998

IMG_7993

IMG_8012

Nah, bicara soal sambal, Indonesia memang dikenal dengan sambalnya. Uniknya, aneka makanan di Indonesia punya pasangan sambal yang berbeda. Contohnya, ikan bakar cocok dengan sambal dabu-dabu dan sambal kecap; atau ayam goreng dengan sambal terasi dan sambal bajak. Memang, semua kembali ke selera masing-masing, tetapi sambal memang sangat lekat dengan kuliner Nusantara.

Sedikit soal sejarah bahan utama sambal, biji cabai ditemukan arkeolog sejak kurang lebih 6000 tahun lalu di Ekuador Barat Daya dekat Peru. Penemuan cabai ini berkat jasa Columbus yang berkelana pada tahun 1490 dan menemukan cabai di Karibia. Saat itu cabai disebut Pimiento atau Pepper.

IMG_8005

Lalu kapan Cabai mulai masuk ke Nusantara? Pada abad 16 cabai diduga ikut dibawa oleh pencari rempah dari Portugis dan Spanyol yang masuk melalui Sulawesi Utara. Jadi, tidak heran jika kuliner di Manado terkenal akan pedasnya.

Oh ya, apakah teman-teman tahu kalau ada ukuran untuk tingkat kepedasan cabai; namanya Scoville Heat Units (SHU). Penilaian ini, ditemukan pertama kali tahun 1912 oleh Willbur Scoville yang mengembangkan tes organoleptic.

Skala ini digunakan untuk mengukur substansi capsaicin yang terdapat pada cabai. Adapun skala ini dimulai dari 0-1,450,000. Jadi, sebenarnya cabai rawit, cabai keriting, cabai merah memiliki skala pedas yang berbeda. Begitu pula paprika, jalapeno, habanero, shiseto cabai Jepang.

Capsaicin sendiri merupakan zat dalam cabai yang bisa ditemukan di urat putih tempat menempelnya biji cabai. Capsaicin inilah yang membuat rasa cabai pedas. Nah jadi inilah alasan untuk membuang biji cabai jika masakan atau sambal tidak mau pedas.

Ada lagi fakta unik dari cabai. Rupanya rasa pedas pada sambal dapat merangsang otak sehingga mengeluarkan ‘Opiat endogen’. Istilah ini saya pinjam dari tulisan ibu Murdijati Gardjito yang artinya mampu meredakan rasa sakit, menambah nafsu makan, menimbulkan perasaan lebih sehat, dan juga melancarkan aliran darah. Selain kandungan Capsaicin, cabai juga mengandung vitamin C dan A.

Banyak kan manfaat cabai? Tetapi, ingat ya, jika masak atau bikin sambal yang pedasnya berlebihan, jangan sampai rasa asli masakan dan bumbu lainnya malahan hilang. Buat saya, pedas yang aman, adalah yang bersahabat dengan mulut dan perut.

Sedikit mengenai acara, Sebelumnya, KFC meluncurkan produk baru yang bernama KFC Hotz Chicken di awal Januari 2017. Menu ini adalah potongan ayam goreng crispy yang dicelupkan ke saus sambal pedas. Jadi teman-teman tidak butuh sambal lagi untuk menikmati Hotz Chicken. Penasaran sama rasanya? Coba langsung saja ke gerai KFC terdekat.

 

Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: