Posted by on Dec 9, 2013 in Blog | 0 comments

Lempuk Durian khas Kota Bengkalis

Lempuk atau Lempok yang mau saya icip ini adalah penganan tradisional bertekstur lunak, berbahan dasar buah durian yang dicampur dengan gula yang dimasak lebih dari 3 jam, dan memiliki  warna coklat kehitaman. 

Bentuk Lempuk ini silinder, dikemas dengan plastik, lalu dibalut dengan daun jagung yang sudah dikeringkan. Barulah seluruh bagian lempuk dibungkus dengan daun jagung yang dikeringkan,diikat dengan tali putih di kedua ujungnya. Selain berbetuk silinder, lempuk dapat dibentuk kotak, segi empat, atau dibuat silinder kecil seperti permen. Pastinya, sebelum ada kemasan plastik, Lempuk ini dibungkus langsung dengan daun.

Lempuk Durian banyak dihasilkan di beberapa daerah penghasil buah Durian di Indonesia seperti Riau, Pontianak,Medan. Penganan dengan sebutan Lempuk ini pun sangat familiar oleh masyarakat yang tinggal di negara Brunai Darussalam dan Malaysia.

Bengkalis, merupakan salah satu kabupaten di provinsi Riau yang kaya akan hasil pertanian dan perikanannya. Dengan posisinya yang strategis yaitu terletak di muara sungai Siak, menjadikan pulau ini memiliki potensi perikanan yang tentunya dapat dioptimalkan, yaitu hasil perkebunan dan pertaniannya

Melimpahnya hasil panen durian di pulau Sumatera dan Kalimantan, membuat buah durian segar tidak semua nya dapat habis dikonsumsi. Oleh sebab itu butuh kreativitas dalam mengolah buah durian segar menjadi dodol, selai, tempoyak, dan beberapa tahun ini cukup trend adalah pancake durian. Tidak semua orang menyukai buah durian, karena baunya yang tajam. Tetapi di Bengkalis, lempuk durian ini tetap menjadi primadona.

Cara pembuatan lempuk kebanyakan masih memakai cara tradisional dengan memasak semua bahan bahan yaitu daging buah durian, gula putih, gula merah di atas wajan besar dengan menggunakan kayu bakar. Lempuk / Lempok Bengkalis ini rasanya manis legit dengan rasa durian yang kuat.

Butuh keterampilan khusus dalam mengolah produk durian, termasuk teknologi pengawetan durian agar lebih tahan lama, juga memanfaatkan limbah  biji dan kulit durian. Mari kita lestarikan penganan Lempuk Durian!

Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: