Posted by on Sep 18, 2012 in Blog | 0 comments

Saya bangga bahwa Indonesia sangat kaya dan dapat dikatakan bahwa Indonesia merupakan negara mega diversity. Tapi kekayaan alam Indonesia bisa habis tanpa usaha pelestarian. Hal yang terpenting adalah Indonesia harus bekerja keras untuk melestarikan kekayaan alam yang sudah diwariskan oleh nenek moyang kita. – Santhi

Salah satu bukti kekayaan biodiversity kami temukan setelah menyusuri Bumi Herbal Dago (BHD), sebuah area pengembangan tanaman herbal di Kampung Negla, Desa Ciburial, Bandung. Perkebunan BHD seluas tujuh hektar milik PT. Ilthabi Sentra Herbal telah dibuka untuk umum sejak tahun 2007.

Tak lama setelah kami memasuki area BHD, kami bertemu dengan Santhi H. Serad, Presiden Direktur PT. Ilthabi Sentra Herbal. Santhi, begitu ia kerap disapa, mengajak kami berkeliling, memperkenalkan tanaman herbal yang ada di area BHD yang ia bangun bersama Ilham A. Habibie. Hingga saat ini, BHD memiliki sekitar 300 jenis tanaman herbal dan sebagian besar data tanaman sudah lengkap sehingga dapat diketahui nama latin, nama daerah, khasiat, dan lainnya.

Berbicara tentang kekayaan tanaman herbal, apakah Anda tahu bahwa Indonesia berada di urutan ke-2 terlengkap setelah Brazil? Letak geografis Indonesia yang berada di iklim tropis; dilewati oleh garis khatulistiwa; memiliki ribuan pulau; dan terletak di dia benua, mempengaruhi keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia. Menurut Santhi, keanekaragaman ini dapat mengembangkan kemandirian kita dalam banyak hal, seperti sumber kesehatan, pangan, dan perumahan; pendapatan devisa dari bahan baku industri kerajinan dan kosmetik; dan masih banyak lainnya.

Kekayaan Indonesia akan tanaman herbal ini membuat Santhi, yang merupakan bagian dari PT. Ilthabi Sentra Herbal mempunyai beberapa misi, yang diantaranya adalah melestarikan dan membudidayakan tanaman obat Indonesia, mengembangkan produk berbasis herbal, memberikan edukasi dan pengenalan kepada masyarakat luas mengenai kenggulan herbal Indonesia, dan memberikan dukungan dan pembinaan kepada petani agar herbal yang dihasilkan terjaga kualitasnya dan memenuhi standar.

Santhi bersama tim di dalam BHD memiliki program wisata eduHerbal, yang merupakan edukasi herbal untuk anak-anak, remaja, dan dewasa, untuk mempelajari serta memperdalam jenis tanaman obat, manfaat, dan pengelolaannya. “Saya yakin, dengan memberikan kegiatan yang menyenangkan kepada anak-anak atau generasi muda mengenai tanaman obat, mereka akan lebih mencintai dan menghargai kekayaan alam yang sudah diwariskan oleh generasi sebelumnya.”, begitu ungkap wanita yang terbiasa meminum jamu sejak kecil ini.

BHD terletak bersebelahan dengan hutan lindung yang merupakan bagian dari Tanaman Hutan Rakyat (TAHURA) Juanda, berada di ketinggian sekitar 1200m-1350m dpl. BHD juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian Kawasan Bandung Utara yang merupakan daerah resapan air terpenting di kota Bandung. Bermula dari lahan kosong lima tahun yang lalu, kini BHD telah memiliki berbagai fasilitas yang cukup lengkap seperti green house, laboratorium mini, area perkemahan herbal, kedai sehat BHD, dan lainnya. Kedai sehat BHD menyediakan berbagai makanan dan minuman sehat yang berasal dari tanaman obat yang ada di area BHD. Di tempat ini para pengunjung juga dapat menikmati hidangan sehat dan juga dapat membeli berbagai tanaman obat, dan juga akan ada trek sepeda sehat. Ke depannya, Santhi, berharap dapat menambah jumlah koleksi display tanaman obat di kebun BHD, menambah koleksi tanaman langka, memiliki koleksi tanaman obat dari seluruh penjuru Indonesia, dan membuka kerja sama dengan berbagai pihak demi pelestarian dan majunya industri pengolahan herbal.

~ Interviewed by Mira A. Lukardi

Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: