Posted by on Jul 26, 2017 in Blog | 0 comments

Beberapa waktu lalu saya menelusuri Pekalongan untuk mencari beberapa tempat kuliner menarik yang tentunya kaya akan ceritanya. Sekilas soal kota tersebut, kota Pekalongan masuk jaringan kota kreatif UNESCO dalam kategori crafts & folk art pada Desember 2014. Pekalongan juga memiliki city branding: World’s city of Batik.

Kota yang terletak di jalur Pantura itu tidak hanya dikenal sebagai kota batik karena batik bercorak khas dan variatifnya, banyak juga kuliner seru yang patut banget teman-teman sambangi! Apa saja? Berikut adalah 7 catatan kuliner saya yang bisa jadi panduan teman-teman:

1. Tauto Pekalongan Klego H. Kunawi

IMG_3512

Kalau teman-teman mencari tauto pekalongan, Warung H. Kunawi adalah pilihan yang tepat. Bumbu tauconya begitu kental! Di sini saya makan tauto plus lontongnya. Makin sedap dengan beberapa potong tempe goreng!

IMG_3517

DSCF4663-1 (dragged)

Teman-teman bisa menambahkan sambal dan perasan jeruk nipis untuk menambah rasa sedap pada tauto pekalongan ini.

Alamat: Gg. 5, Klego, Pekalongan Tim., Kota Pekalongan, Jawa Tengah

2. Nasi megono & garang asem RM Mas Duki

IMG_3627 (1)

Garang Asem yang disajikan di rumah makan ini hampir sama dengan rawon, loh! Namun, garang asem ini tetap memiliki ciri khas berbeda yakni dengan menggunakan bumbu kluwak. Ada juga sedikit rasa asam yang membedakannya dengan rawon.

Di dalamnya juga terdapat irisan daging sapi. Cocok untuk dimakan bersama nasi!

Selain menjual menu khas garang asem, rumah makan ini juga menjual menu favorit lain seperti Nasi Megono serta Ayam Po’o.

DSCF4703

DSCF4698

DSCF4706

Nasi megono menggunakan nangka muda yang dicacah, dikukus, kemudian diberikan bumbu dengan parutan kelapa. Nasi megono ini biasanya disantap dengan berbagai lauk pendamping.

Di tempat makan ini saya mencoba cumi hitam untuk lauk pendampingnya. Menu pendamping lain yang bisa dipilih adalah sate telor, tempe goreng, usus, dan lain-lain. Tinggal pilih sesuai selera.

Nasi megono merupakan salah satu ikon kuliner khas Pekalongan. Jadi, bila mampir ke Pekalongan, jangan lewatkan untuk bersantap nasi megono.

Alamat:

Kompleks Travel Alun- Alun Pekalongan, Jalan Alun-Alun, Keputran, Pekalongan Tim., Kota Pekalongan, Jawa Tengah 51127

Jl. Jendral Sudirman No. 169, Pekalongan Barat, Kebulen, Pekalongan Bar., Kota Pekalongan, Jawa Tengah 51112

3. Serabi kalibeluk

Kudapan empuk dari Desa Kalibeluk, kecamatan Warungasem, Batang ini memiliki nilai sejarah legenda yang unik loh! Serabi Kalibeluk jadi legenda bukan hanya karena keempukan dan kelezatannya saja, tetapi karena ada cerita unik di baliknya.

Tidak jelas sejak kapan masyarakat Kalibeluk menekuni usaha pembuatan serabi. Tetapi dari legenda yang ada, usaha pembuatan serabi ini sudah ada sejak zaman Mataram.

Jika menyusuri lorong-lorong jalan di perkampungan Kaliberuk, teman-teman akan banyak menjumpai rumah sekaligus warung. Untuk menandai di tempat itu sebagai perajin serabi mudah saja! Bila jendela rumahnya terbuka lebar dan ada ibu-ibu sedang duduk di depan tungku pastilah itu rumah perajin serabi.

Saat itu saya menemui Ibu Surini (35 tahun) yang membuat serabi yang dibakar menggunakan kayu pohon kopi. Per harinya ia memproduksi 60 tangkap atau 120 buah serabi.

Menurutnya, di ruangan sebelah proses penggilingan tepung beras sudah lebih modern meskipun alatnya masih terhitung sederhana. Beberapa tahun lalu, suaminya masih menggiling beras secara manual.

Tidak hanya penggilingnya, semua proses pembuatan serabi dilakukan menggunakan peralatan sederhana. Adonan kental dituang dalam wajan tanah di atas tungku.

Ukuran serabi ini tergolong Big Size, sepotong bisa disantap beramai ramai. Nikmat sekali jika disantap saat hangat. Inilah yang jadi daya tarik tersendiri, karena itulah saya menyusuri langsung ke kampung Kalibeluk ini untuk melihatnya langsung.

4. Dawet Mbak Ndari

DSCF4677

Warung Mbak Ndari sudah ada sejak lama! Awalnya es dawet segar ini hanya dijual di gerobak. Semakin banyak peminatnya, Dawet Mbak Ndari ini pun makin melebarkan tokonya sehingga kita bisa langsung makan di sana.

Dawet ini cocok sekali untuk diminum selepas berwisata kuliner. Rasanya manis legit, santannya terasa gurih dipadukan gula merah asli Jawa. Rasanya, tidak rela berbagi segelas berdua karena satu gelas terasa kurang hehe.

DSCF4684

Alamat: Jl. Raya Podo No.19, Podo, Kedungwuni, Pekalongan, Jawa Tengah 51173

5. Apem mak Timah

DSCF4736

Apem merupakan jajanan tradisional yang menjadi primadona di daerah Kesesi, salah satu kecamatan di Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah.

Pembuat apem paling melegenda di daerah Kesesi adalah Mak Timah. Kebetulan saya juga berkesempatan untuk membantu Mak Timah untuk membuat apem tersebut. Seru sekali! Mak Timah sangat terampil membuat apem khasnya.

DSCF4734

DSCF4749

Dapurnya masih sangat tradisional, terlihat dari tumpukan wadah rotan sebagai alas adonan apem yang siap dikukus. Bagian tengah ruangan tedapat kukusan besar dengan tungku kayu bakar untuk mengukus apem.

IMG_3702

Uniknya, Mak Timah selalu menyimpan bahan-bahan apem di hari sebelumnya untuk dimasukkan ke adonan di hari setelahnya. Rasanya jadi agak asam karena ada fermentasinya.

6. Nasi uwet H. Zarkasi

IMG_3826

Mungkin bagi warga Pekalongan dan sekitarnya, Nasi Uwet sudah tidak asing di telinga. Dalam kunjungan ke Pekalongan kemarin saya berkesempatan untuk mampir ke Nasi Uwet H. Zarkasi yang kini sudah dikelola anak-anaknya. Nasi Uwet H Zarkasi ini sudah dirintis oleh H. Zarkasi dan Hj. Arsidah sejak 1959.

IMG_3834

IMG_3828

Tentunya nasi uwet ini juga biasa digunakan untuk orang yang punya gawe atau hajatan. Bumbunya kental, namun tanpa kuah. Istilah orang Pekalongannya meluget (kental). Dibuat kental agar penyajiannya lebih mudah karena biasanya Nasi Uwet ini diwadahi menggunakan besek (wadah anyaman kulit bambu yang berbentuk kotak seukuran kardus nasi kotak jaman sekarang).

Di sana saya cuga mencicipi daging gapit yang merupakan capitan dari daging ayam atau sapi yang dibumbui dan dibakar. Daging gapit ini juga bias jadi lauk untuk nasi megono.

IMG_3831

Alamat: Jalan Sulawesi No 25 Kelurahan Bendan Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.

7. Kopi tahlil

IMG_3842

Kopi Tahlil jadi tempat wisata kuliner Pekalongan yang patut disambangi untuk teman-teman yang suka kopi. Segelas kopi hangat ini cocok untuk dinikmati bersama aneka kudapan yang disediakan di sana; seperti ketan, dan tempe mendoan

Yang membuat kopi ini spesial adalah rasa rempah-rempah di dalam minuman ini. Mau tahu apa saja rempah-rempahnya? Ada kayu manis, jahe, cengkeh, kapulaga, dan sereh. Terbayang kan hangatnya? Apalagi di seruput sore hari menjelang malam, terasa pas.

Wah, lengkap kan wisata kuliner Pekalongan di atas; mulai dari kudapan, makan berat, hingga ngopi seru. Semoga ini bisa jadi panduan wisata teman-teman yang ingin berkunjung ke Pekalongan. Tunggu catatan kuliner saya lainnya ya!

Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: