Posted by on Jan 13, 2017 in Blog | 0 comments

Salah satu kota di Jawa Tengah yang terletak di wilayah Pantai Utara ini punya cerita kuliner-nya tersendiri. Kota Tegal identik dengan Warteg, Warung Tegal dan Teh Poci. Saya ingat di pertengahan tahun 2016, saya diundang oleh Walikota Tegal, Ibu Siti Masitha Soeparno untuk memperingati hari Hartini dan icip-icip kuliner daerah yang berada di jalur pantai utara Jateng itu.

IMG_0974

Lantas apa saja yang menarik dari kuliner Tegal? Berikut saya rangkumkan di bawah ini:

1. Sauto Tauco

IMG_1216

Soto khas Tegal ini berbeda dengan soto-soto di daerah lain karena adanya rasa manis, asam, dan asin dari tauco tegal. Dalam semangkuk kecil Sauto Tegal, kita akan mendapatkan daging ayam suwir/ potongan babat rebus, tauge, bawang prei, brambang goreng, dan tauco tegal itu sendiri. Sauto bisa dinikmati dengan lontong ataupun nasi.

Mengapa ada ingredient tauco, mungkin karena posisi Tegal yang strategis bagi jalur perdagangan dan kemungkinan Tauco dibawa oleh pendatang atau pedagang dari Cina

Bila mamapir ke Tegal, ada beberapa tempat makan Sauto Tegal yang cukup terkenal, salah satunya adalah Warung Moro Tresno atau yang biasa dikenal dengan Sauto Pasar Senggol. Walaupun harus melewati lorong kecil plus kadang musti mengantri, rasanya pasti terjamin.

2. Teh Poci

FullSizeRender (5)

Tahukah teman-teman kalau ada sebutan untuk aktvitas menikmati teh poci? Biasanya kegiatan tersebut disebut moci, Kegiatan moci sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Tegal.

Oh iya! Teh Tegal atau Slawi biasanya sangat khas karena rasanya yang agak sepat dan manis karena memakai gula batu. Teh tersebut pun biasanya dinikmati dengan Poci atau teko tanah liat atau sering disebut gerabah. Kalau teman-teman mampir ke Tegal, wajib moci ya! Dan jangan lupa beli Poci khas Tegal.

Tips sebelum poci digunakan untuk menyeduh teh, poci diisi dengan air panas dan masukkan teh ke dalamnya dan ganti air dan teh untuk beberapa hari agar aroma teh sudah menempel di dalam poci.

3. Kupat Glabed

IMG_1212

Kupat Glabed ini adalah ketupatnya orang Tegal. Memang, Kupat glabed hampir mirip dengan ketupat yang lain. Namun, yang membedakannya adalah kuah yang ketal (ngeglabed) dengan topping kerupuk kuningnya.

Kupat Glabed biasa dinikmati dengan sate kikil dan sate kerang. Kombinasinya pasti akan membuat teman-teman ketagihan!

Di Tegal, teman-teman bisa mendapatkan penjual kupat glabed enak di Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan.

4. Nasi ponggol cumi hitam

nasi ponggol

Nasi ponggol merupakan salah satu menu sarapan khas orang Tegal. Nasi Ponggol adalah nasi yang dibungkus daun pisang bersama aneka lauk pauk. Hampir mirip dengan nasi kucing, hanya yang membedakan adalah lauknya. Nah yang saya coba ini menggunakan cumi yang dimasak dengan tintanya sehingga warnanya jadi hitam, ikan goreng, dan tumis srimping

IMG_1196

Cumi hitam

IMG_1195

Ikan Goreng

Tumis Simpring

Tumis Srimping

Di Tegal, hampir semua warung makan menyediakan nasi ponggol. Jadi, sempatkan diri untuk mencoba nasi ponggol ya bila mampir ke Tegal!

5. Tahu aci

IMG_1197

Tahu Aci adalah salah satu kuliner yang tidak boleh teman-teman lewatkan bila mampir ke Tegal. Tahu Aci yang terkenal di Tegal adalah Tahu Aci Nata Jaya di Jl, Diponegoro dan Jl. Werkudoro Kota Tegal.

Tahu Aci terbuat dari tahu kuning persegi empat yang kemudian dibelah dua secara melintang. Masing-masing belahannya diberi adonan yang terbuat dari tepung kanji atau aci, potongan daun kucai, dan bumbu lainnya.

Tahu kuning yang digunakan pun berbeda dengan tahu kuning daerah lain. Tahu kuning khas tegal ini akan lebih melekat dengan aci. Tahu Aci juga biasa digoreng dengan minyak yang banyak dan api yang besar sehingga tahunya lebih mengembang.

6. Glotak

IMG_1208

Dari namanya memang bikin penasaran; sebenarnya apa sih Glotak itu ? Glotak merupakan makanan khas Tegal yang terbuat dari gembus, aneka bumbu, dan kaldu yang terbuat dari tulang ayam atau sapi. Sebagai catatan tambahan sebutan orang Tegal untuk tulang ayam atau sapi ini adalah Balungan.

Pengen tahu kenapa disebut Glotak? Karena konon saat bumbu tumisan (bawang merah, bawang putih, cabai, sereh, dan tentunya daun salam) yang dicampur dengan kaldu tulang, saat diaduk berbunyi klotak klotak klotak. Nah, oleh sebab itu disebut dengan Glotak.

Glotak biasanya bisa dinikmati untuk cocolan kerupuk antor atau kerupuk mie goreng. Lebih afdol jika Glotak dinikmati dengan alas daun pisang.

Jadi, bagaimana? Bikin ingin ke Tegal ya! Semoga teman-teman bisa mencicipi kuliner di atas bila mampir ke kota tersebut.

Sampai jumpa di catatan kuliner lainnya!

Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: