Posted by on Jun 11, 2015 in Blog | 0 comments

Rumah kaki seribu merupakan rumah tradisional suku Arfak, suku asli terbesar di Manokwari. Nama asli dari rumah ini adalah Mod Aki Aksa atau Igkojei.

Sebelum saya membahas lebih lanjut, ada baiknya saya memberikan sedikit penjelasan singkat soal suku Arfak. Menurut berbagai sumber, sebagian besar suku ini berdiam di bagian tengah kepala burung pulau Papua. Suku Besar Arfak terdiri dari beberapa sub suku yaitu, Suogb, Hatam dan Meyah yang memiliki adat dan budaya yang sama namun punya berbeda bahasa yang berbeda. Uniknya adalah walaupun berbeda bahasa, masyarakat sub suku dapat saling mengerti dan berkomunikasi langsung.

Selain keragaman bahasa, suku Arfak juga memiliki kebudayaan menarik seperti Tari Ular. Disebut sebagai Tari Ular karena formasi taruan yang menyerupai liukan ular yang mengikuti irama lagu yang dinyanyikan. Tarian ini biasanya digelar pada acara ulang tahun, perkawinan, penyambutan tamu dan acara penting lainnya.

unnamed-20

Kembali ke pembahasan Mod Aki Aksa, saya pribadi belum melihat rumah kaki seribu yang asli, karena saat saya berkunjung ke Manokwari, saya tidak sampai ke pegunungan Arfak.

Dari replika yang saya dapat, saya mau sedikit sharing mengenai rumah suku Arfak. Saat ini, rumah kaki seribu mulai jarang ditemui tapi masih ada di distrik pedalaman di pegunungan Arfak.

Bedanya dengan rumah panggung lainnya adalah tiang-tiang utamanya ditempatkan di bagian sudut sebagai penyangga. Rumah kaki seribu ini bertumpu pada tiang tiang kayu yang jumlahnya sangat banyak, oleh karenanya disebut dengan Rumah Kaki Seribu.

Bangunan rumah ini rata-rata berukuran 8×6 meter, tinggi atap sekitar 4-5 meter. Tiang-tiang kayu penyangga rumah diambil dari kayu hutan dengan diameter sekitar 10 cm dan disusun dengan jarak antar tiang, kurang lebih 30 cm.

Seluruh lantai dan dinding rumah dibuat dari kulit kayu yang dipipihkan dengan cara dipukul-pukul kemudian dikeringkan dan disusun rapat satu dengan lain.

Bahan yang digunakan untuk atap rumah, yaitu ilalang yang diikat pada rangka atap. Semua sambungan pada tiang penyangga, dinding atap dan lainnya menggunakan tali rotan atau tali dari kulit kayu. Tidak ada jendela satupun pada rumah ini.hanya ada pintu depan dan pintu belakang yang terletak pada satu garis lurus.

Desain rumah ini tahan gempa, mengingat seluruh konstruksi menggunakan kayu. Untuk tinggi rumah, ternyata tingginya bervariasi,
Semakin masuk ke pedalaman rumah, akan semakin tinggi, dapat mencapai hingga 4 meter. Sedangkan di bagian pesisir, tinggi rumah hanya sekitar 1,5 meter.

Sumber: Rumah Adat

Ada 2 versi mengenai mengapai model rumah kaki seribu dibuat seperti ini dan mengapa dibangun di atas tiang tinggi. Versi pertama adalah untuk mencegah serangan hewan buas dan udafa dingin, sedangkan versi kedua adalah untuk menjaga diri dari serangan musuh.

Konon masyarakat Arfak sering bertikai, sehingga semakin tinggi rumahnya, mereka akan merasa semakin aman.mpintu yang berada pada satu garis lurus dimaksudkan agar bisa mengawasi kedua pintu padas aat yang bersamaan.

Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: