Posted by on Oct 1, 2014 in Blog | 0 comments

Mengenal Gado-gado, Si Salad asal Indonesia

Kali ini saya mau membahas sedikit mengenai gado-gado, si salad ala Indonesia. Sayur-sayuran yang direbus dan disiram saus kacang ini merupakan salah satu street food yang sangat sering kita temukan.

Salah satu gado-gado yang bertahan lama adalah Gado-gado BonBin di Jalan Cikini 4 no 5. Disebut Gado-gado BonBin karena memang dulu nama jalannya adalah Jalan Bonbin, singkatan dari Jalan Kebon Binatang 3.

 

 

photo 2-2

Gado-gado BonBin

Walaupun tempatnya kecil, saat makan siang kita harus agak berebut tempat. Gado-gado BonBin terkenal sampai sekarang karena memang mereka masih mempertahankan kualitas sayurannya. Soal tampilan, gado-gado BonBin tampilannya sangat cantik dengan warna sayuran yang cerah dan memikat mata. Salah satu penunjang kualitas gado-gado BonBin adalah karena pemiliknya memang sengaja turun ke dapur dan memproses semuanya sendiri bersama istrinya.

Warna sayuran Gado-gado Bonbin

Sebelum lebih jauh ngomongin soal gado-gado, apakah teman-teman tahu membedakan gado-gado dengan lotek? Bedanya, lotek menggunakan kencur di saus kacangnya, sementara gado-gado tidak. Sementara itu perbedaan gado-gado dan pecel juga bisa kita lihat dari bumbunya. Walaupun ada beberapa sayuran bahan pecel yang digunakan juga di gado-gado seperti tauge, kangkung, bayam, dan kacang panjang

  • Bumbu gado-gado: cabai merah, cabai rawit kecil, terasi bakar, garam, kacang tanah/kacang mede , gula merah, asam jawa, garam
  • Bumbu pecel : Cabai merah, bawang putih, kencur, daun jefuk, asam jawa, gula merah, terasi goreng, garam, kacang tanah.

image-2

image-3

Gado-gado pun saat ini sudah banyak mengalami modifikasi. Misalnya penggunaan kacang mede untuk bahan saus kacangnya. Bisa murni kacang mede atau bisa juga campuran. Selain itu modifikasi lainnya adalah penggunaan salada untuk sayuran gado-gado.

Gado-gado Boplo

Gado-gado Boplo dengan kacang mede dan daun salada

Di beberapa tempat gado-gado disajikan sebagai appetizer. Penyajiannya juga ada dua macam ada yang di piring sendiri baru dicampur kuahnya, atau ada yang diaduk langsung. Untuk saya pribadi tampilan gado-gado dengan kuah terpisah memang lebih menarik daripada yang sudah diaduk di cobek. Tapi untuk urusan makanan memang tampilan tidak selalu menjamin. Bisa saja kita melihat seporsi gado-gado dengan warna dan tampilan yang kurang menarik tapi ternyata rasanya enak.

Menurut saya membuat gado-gado itu tidak mudah juga, beberapa hal yang mungkin bisa menjadi catatan kita adalah:

  1. Kualitas sayur Gado-gado harus bagus, warnanya menarik. Misalkan kita pakai kacang panjang atau labu, warnanya harus hijau dan menarik mata.
  2. Cara kita menggoreng kacang pun tidak boleh gosong sehingga tidak menimbulkan rasa pahit.

Sepiring gado-gado tak lepas dari protein seperti tempe dan tahunya. Bagi saya pribadi gado-gado kurang komplit tanpa taburan bawang dan kerupuk. Rasanya bagi saya makan memang kurang lengkap tanpa kerupuk. Kerupuk membuat sensasi kriuk di mulut yang menurut saya menambah keseruan makan.

Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: