Posted by on Jul 4, 2014 in Blog, Kudapan | 0 comments

Dua jenis penganan kering khas Minahasa kesukaan saya adalah Halua Kenari dan Bagea Kenari. Sebagai provinsi penghasil kenari, tentunya banyak biji kenari yang diolah menjadi berbagai makanan. Karena harganya yang tidak murah di daerah tertentu, biji kenari banyak digunakan sebagai penghias kue kering.

Kenari banyak tumbuh di daerah Indonesia bagian timur seperti Maluku, Pulau Seram, dan Sulawesi Utara. Biji kenari mengandung protein, lemak tak jenuh dan berfungsi sebagai anti oksidan. Untuk Bagea, saya lebih suka memilih bagea yang dikemas dengan daun lontar, karena aromanya menyelimuti di dalam adonan kue bagea. Bahan pembuatan kue ini adalah tepung sagu, gula merah, kenari. Rempah-rempah yang digunakan adalah kayu manis dan pala. Penggunaan kayu manis dan pala ini juga tidak terlepas dengan banyaknya  sumber daya tersebut di dae-rah Sulawesi Utara.

BAGEA (Copy)

Bagea Kenari

Jika belum pernah meraskan Bagea, pasti tidak tetarik untuk mencoba karena kesannya, kue ini bertekstur keras. Tapi nyatanya tidak, teksturnya tidak begitu keras dan langsung hancur lumer di mulut, dan kenarinya pun terasa renyah.

Halua Kenari (Copy)

Halua Kenari

Satu lagi penganan khas manado, olahan kacang kenari dengan campuran gula merah yaitu Halua Kenari. Rasanya manis dengan tekstur kriuk kriuk dipadu dengan rasa gosong gula karamel. Kalau sudah icip halua kenari, pasti susah berhenti.

Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: