Posted by on Oct 18, 2010 in Blog | 0 comments

Suasana Kedamaian dan ketenangan sudah terasa ketika saya masuk ke dalam Ereveld Kalibanteng – Taman makam kehormatan Belanda- yang sudah ada sejak April 1949 yang terletak di jalan Siliwangi Semarang. Dahulu, jalan siliwangi ini bernama Grootepostweg.

Di Asi Pasifik, Ereveld Belanda tersebar di Thailand, Myanmar, Singapura, Korea, Hongkong, dan Australia.

Sedangkan di Indonesia, ada 7 peninggalan pemakaman Belanda:

  1. Ereveld Menteng Pulo – Jakarta
  2. Ereveld Ancol – Jakarta
  3. Ereveld Pandu – Bandung
  4. Ereveld Leuwigajah – Cimahi
  5. Ereveld Kalibanteng – semarang
  6. Ereveld Candi – Semarang
  7. Ereveld kembang Kuning – Surabaya

Menginjakkan kaki di halaman pemakaman yang di desain segitiga terhampar luas nisan-nisan yang berjajar teratur, di halaman depan terdapat beberapa pohon beringin yang sudah sangat tua dan membuat rindang pemakaman ini. Yang menarik pandangan saya adalah pemakaman ini di pagari oleh sungai, semua area yang diselimuti rumput hijau, kursi taman di bawah pohon tua yang rindang, keadaan yang sangat tenang, it is heaven! Di sebagian area di tanaman teh-tehan yang rendah dan pohon pohon cemara ini sangat bersih dan terawat baik.

Ereveld ini terbagi menjadi area Barat dan Timur, di batasi dengan jalan pavement yang kanan kiri nya ditanami bunga berwarna warni cantik. Area sebelah barat adalah makam khusus perempuan, sedangakn area timur adalah makam khusus pria. Disamping pemakaman perempuan, terdapat dinding dinding batu yang diatasnya berjajar lambang-lambang Zodiak yang diselingi dengan pot-pot tanaman.  Diujung jalan ini terdapat beberapa patung perunggu yang dibuat untuk menghormati korban perang.

Terdapat 4 monument yang dibangun di dalam pemakaman ini :

  1. The monument of “Hun Geest Heeft overwonnen”
  2. The monument of de Onbekende Vrouw 1942-1945
  3. The monumenr of Jongenskampen
  4. Monument for the all victims of war.

Selintas melihat banyaknya makam perempuan, sepertinya jumlah makam perempuan lebih banyak dibanding makam pria. Pada bagian tegah terdapat makam khusus anak-anak. Di bawah nisan-nisan yang terjajar rapi, terbaring jasad-jasad korban Perang Dunia II ketika Jepang menduduki Indonesia tahun 1942-1945. Mereka merupakan saksi bisu dari kejahatan perang. Perang telah merenggut banyak korban: perempuan, laki, tua, muda, dan juga anak-anak. Mereka yang terbaring di sini tidak memandang kepada salah satu agama. Kurang lebih 25,000 jenazah dimakamkan di pemakaman ini adalah campuran antara  tentara dan masyarakat umum. 

Pada tahun 1946 – 1950 pemakaman diatur oleh Biro pemakaman Militer dari KNIL (Koninklijk Nederlandsche Indische Leger) . Semua pemakaman belanda yang tersebar di seluruh Indonesia (Makassar, Balikpapan, Tarakan, dan Palembang) dipusatkan di Jawa pada awal tahun 1960. Pada tahun 1960 ini dilakukan pemakaman kembali. Semua ereveld di Indonesia diurus dan dipelihara oleh sebuah yayasan bernama oorlogsgraven Stichting dengan semboyan Opdat Zij Met eere Mogen Rusten (So That They May rest In Honor)

Saya berdoa, semoga semua korban kejahatan perang ini dapat beristirahat dengan tenang, setenang pemakaman  Ereveld Kalibanteng.

**Semua foto-foto yang saya buat di Erevleld Kalibanteng ini tidak utuk kepentingan komersial**

Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers: